Sistem Informasi Penelusuran Perkara
PENGADILAN NEGERI JAKARTA BARAT
INFORMASI DETAIL PERKARA



Nomor Perkara Penuntut Umum Terdakwa Status Perkara
1595/Pid.B/2019/PN Jkt.Brt REZA MURDANI MULIAWAN ALS MULIAWAN SANTOSO Persidangan
Tanggal Pendaftaran Rabu, 02 Okt. 2019
Klasifikasi Perkara Penggelapan
Nomor Perkara 1595/Pid.B/2019/PN Jkt.Brt
Tanggal Surat Pelimpahan Rabu, 02 Okt. 2019
Nomor Surat Pelimpahan Tar- 1759/ M.1.12.3/Euh.2/09/2019
Penuntut Umum
NoNama
1REZA MURDANI
Terdakwa
NoNamaPenahanan
1MULIAWAN ALS MULIAWAN SANTOSO[Penahanan]
Penasihat Hukum Terdakwa
Dakwaan

Kesatu

Bahwa iaTerdakwaMuliawan als Muliawan Santoso,sejaktanggal 17 Februari 2016 sampai dengan tanggal 20 Maret 2018atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu di Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2018,bertempat di Taman Meruya G.9/4 Rt.15/07 Kel.Meruya Utara, Kec.Kembangan Jakarta Baratatau setidak-tidaknya disuatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Barat,dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu barang kepadanya atau supaya memberi hutang atau menghapuskan piutang yang dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Berawal di sekitar bulan Januari 2016, bertempat di tempat tinggal saksi korban Ir. Antonius Bala (selanjutnya disebut saksi korban) yang berada di Taman Meruya G.9/4 Rt.15/07 Kel.Meruya Utara, Kec.Kembangan Jakarta Barat, Terdakwa yang merupakan keponakan dari saksi korban Ir. Antonius Bala mengajak kerjasama pengembangan Group Hotel Batiqa di berbagai daerah yaitu Cirebon, Bogor, Palembang, Cikarang, Karawang dan Labuan Bajo sebagai menjadi penyandang dana atau investor dan terdakwa menjanjikan keuntungan 10% selain itu yang membuat saksi korban percaya adalah terdakwa bekerja di Group Hotel Batiqa dan terdakwa pernah menunjukkan sebuah memo tanggal 28 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Johannes Suriadjaja selaku Direktur Utama Hotel Batiqa yang berisi tentang kebutuhan penyediaan barang solahart di Hotel Batiqa di Labuan Bajo sebesar Rp.758.821.000,-. Bahwa selain alasan alasan tersebut, terdakwa juga pernah mengajak kerjasama usaha loundry di daerah Geger Kalong, Bandung, Jawa Barat, dimana saksi korban diminta sebagai penyandang dana nya dengan dijanjikan keuntungan yang diberikan sehingga rangkaian alasan tersebut membuat saksi korban percaya dan memberikan uang kepada terdakwa secara bertahap sejak tanggal 17 Februari 2016 sampai dengan 20 Maret 2018.

     Bahwa saksi korban mengirim uang ke rekening Bank BCA milik terdakwa dengan No.rek 2481511676 melalui berbagai rekening atas nama saksi korban dan rekening atas nama saksi Surjawati Surjadi yang merupakan istri saksi korban. Adapun rekening rekening tersebut adalah sebagai berikut :

Bank BCA an Antonius Bala dengan No.Rek.2881177996.
Bank Danamon an Antonius Bala dengan No.Rek.0105986467
Bank Mandiri an Antonius Bala dengan No.Rek.1650012101961
Bank BCA an Surjawati Surjadi dengan No.Rek.2871381358
Bank Mandiri an Surjawati Surjadi dengan No.Rek.1650001016709

Bahwa total uang yang dikirim saksi korban kepada terdakwa terhitung sejak tanggal 17 Februari 2016 sampai dengan 20 Maret 2018 adalah sebesar Rp.82.879.072.991,-. Guna untuk meyakinkan saksi korban yang seolah olah kegiatan kerjasama pengembangan Group Hotel Batiqa di berbagai daerah itu ada, terdakwa memberikan keuntungan kepada saksi korban secara bertahap di Tahun 2016 hingga mencapai Rp.53.499.859.793,-, dimana uang tersebut sebenarnyamerupakan uang milik saksi korban juga bukan merupakan hasil kegiatan kerjasama.

Bahwa pihak Hotel Batiqa idak pernah meminta atau menunjuk terdakwa untuk mencari penyandang dana atau investor terkait dengan pengadaan barang di Hotel Batiqa dan juga pihak Hotel Batiqa tidak pernah mengeluarkan sebuah memo tanggal 28 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Johannes Suriadjaja selaku Direktur Utama Hotel Batiqa yang berisi tentang kebutuhan penyediaan barang solahart di Hotel Batiqa di Labuan Bajo sebesar Rp.758.821.000,-.Tugas terdakwa selaku HRD di Hotel Batiqa (PT.Surya Internusa Hotels) hanya mengurusi training, perekrutan, klaim pengobatan dan lain lain tidak pernah mengurusi pekerjaan terkait pengadaan atau pembelian barang Hotel Batiqa. Bahwa atas perbuatan terdakwa tersebut, saksi korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 29.379.213.198,- dan uang tersebut telah dipergunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa sendiri.

Perbuatan terdakwa tersebut,diancam pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 378 KUHP.

Atau

Kedua

Bahwa iaTerdakwaMuliawan als Muliawan Santoso,sejaktanggal 17 Februari 2016 sampai dengan tanggal 20 Maret 2018atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu di Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2018,bertempat di Taman Meruya G.9/4 Rt.15/07 Kel.Meruya Utara, Kec.Kembangan Jakarta Baratatau setidak-tidaknya disuatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Barat,dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan yang dilakukan dengan cara sebagai berikut : 

     Berawal di sekitar bulan Januari 2016, bertempat di tempat tinggal saksi korban Ir. Antonius Bala (selanjutnya disebut saksi korban) yang berada di Taman Meruya G.9/4 Rt.15/07 Kel.Meruya Utara, Kec.Kembangan Jakarta Barat, Terdakwa yang merupakan keponakan dari saksi korban Ir. Antonius Bala mengajak kerjasama pengembangan Group Hotel Batiqa di berbagai daerah yaitu Cirebon, Bogor, Palembang, Cikarang, Karawang dan Labuan Bajo sebagai menjadi penyandang dana atau investor dan terdakwa menjanjikan keuntungan 10% selain itu yang membuat saksi korban percaya adalah terdakwa bekerja di Group Hotel Batiqa dan terdakwa pernah menunjukkan sebuah memo tanggal 28 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Johannes Suriadjaja selaku Direktur Utama Hotel Batiqa yang berisi tentang kebutuhan penyediaan barang solahart di Hotel Batiqa di Labuan Bajo sebesar Rp.758.821.000,-. Bahwa selain alasan alasan tersebut, terdakwa juga pernah mengajak kerjasama usaha loundry di daerah Geger Kalong, Bandung, Jawa Barat, dimana saksi korban diminta sebagai penyandang dana nya dengan dijanjikan keuntungan yang diberikan sehingga rangkaian alasan tersebut membuat saksi korban percaya dan memberikan uang kepada terdakwa secara bertahap sejak tanggal 17 Februari 2016 sampai dengan 20 Maret 2018.

     Bahwa saksi korban mengirim uang ke rekening Bank BCA milik terdakwa dengan No.rek 2481511676 melalui berbagai rekening atas nama saksi korban dan rekening atas nama saksi Surjawati Surjadi yang merupakan istri saksi korban. Adapun rekening rekening tersebut adalah sebagai berikut :

Bank BCA an Antonius Bala dengan No.Rek.2881177996.
Bank Danamon an Antonius Bala dengan No.Rek.0105986467
Bank Mandiri an Antonius Bala dengan No.Rek.1650012101961
Bank BCA an Surjawati Surjadi dengan No.Rek.2871381358
Bank Mandiri an Surjawati Surjadi dengan No.Rek.1650001016709

Bahwa total uang yang dikirim saksi korban kepada terdakwa terhitung sejak tanggal 17 Februari 2016 sampai dengan 20 Maret 2018 adalah sebesar Rp.82.879.072.991,-. Guna untuk meyakinkan saksi korban yang seolah olah kegiatan kerjasama pengembangan Group Hotel Batiqa di berbagai daerah itu ada, terdakwa memberikan keuntungan kepada saksi korban secara bertahap di Tahun 2016 hingga mencapai Rp.53.499.859.793,-, dimana uang tersebut sebenarnya merupakan uang milik saksi korban juga bukan merupakan hasil kegiatan kerjasama.

Bahwa pihak Hotel Batiqa idak pernah meminta atau menunjuk terdakwa untuk mencari penyandang dana atau investor terkait dengan pengadaan barang di Hotel Batiqa dan juga pihak Hotel Batiqa tidak pernah mengeluarkan sebuah memo tanggal 28 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Johannes Suriadjaja selaku Direktur Utama Hotel Batiqa yang berisi tentang kebutuhan penyediaan barang solahart di Hotel Batiqa di Labuan Bajo sebesar Rp.758.821.000,-.Tugas terdakwa selaku HRD di Hotel Batiqa (PT.Surya Internusa Hotels) hanya mengurusi training, perekrutan, klaim pengobatan dan lain lain tidak pernah mengurusi pekerjaan terkait pengadaan atau pembelian barang Hotel Batiqa. Bahwa atas perbuatan terdakwa tersebut, saksi korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 29.379.213.198,- dan uang tersebut telah dipergunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa sendiri.         

Perbuatan terdakwa tersebut, diancam pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 372 KUHP

Atau

Ketiga

Bahwa iaTerdakwaMuliawan als Muliawan Santoso,sejaktanggal 17 Februari 2016 sampai dengan tanggal 20 Maret 2018atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu di Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2018,bertempat di Taman Meruya G.9/4 Rt.15/07 Kel.Meruya Utara, Kec.Kembangan Jakarta Baratatau setidak-tidaknya disuatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Barat,dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugianyang dilakukan dengan cara sebagai berikut : 

     Berawal di sekitar bulan Januari 2016, bertempat di tempat tinggal saksi korban Ir. Antonius Bala (selanjutnya disebut saksi korban) yang berada di Taman Meruya G.9/4 Rt.15/07 Kel.Meruya Utara, Kec.Kembangan Jakarta Barat, Terdakwa yang merupakan keponakan dari saksi korban Ir. Antonius Bala mengajak kerjasama pengembangan Group Hotel Batiqa di berbagai daerah yaitu Cirebon, Bogor, Palembang, Cikarang, Karawang dan Labuan Bajo sebagai menjadi penyandang dana atau investor dan terdakwa menjanjikan keuntungan 10% selain itu yang membuat saksi korban percaya adalah terdakwa bekerja di Group Hotel Batiqa dan terdakwa pernah menunjukkan sebuah memo tanggal 28 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Johannes Suriadjaja selaku Direktur Utama Hotel Batiqa yang berisi tentang kebutuhan penyediaan barang solahart di Hotel Batiqa di Labuan Bajo sebesar Rp.758.821.000,-. Bahwa selain alasan alasan tersebut, terdakwa juga pernah mengajak kerjasama usaha loundry di daerah Geger Kalong, Bandung, Jawa Barat, dimana saksi korban diminta sebagai penyandang dana nya dengan dijanjikan keuntungan yang diberikan sehingga rangkaian alasan tersebut membuat saksi korban percaya dan memberikan uang kepada terdakwa secara bertahap sejak tanggal 17 Februari 2016 sampai dengan 20 Maret 2018.

     Bahwa saksi korban mengirim uang ke rekening Bank BCA milik terdakwa dengan No.rek 2481511676 melalui berbagai rekening atas nama saksi korban dan rekening atas nama saksi Surjawati Surjadi yang merupakan istri saksi korban. Adapun rekening rekening tersebut adalah sebagai berikut :

Bank BCA an Antonius Bala dengan No.Rek.2881177996.
Bank Danamon an Antonius Bala dengan No.Rek.0105986467
Bank Mandiri an Antonius Bala dengan No.Rek.1650012101961
Bank BCA an Surjawati Surjadi dengan No.Rek.2871381358
Bank Mandiri an Surjawati Surjadi dengan No.Rek.1650001016709

Bahwa total uang yang dikirim saksi korban kepada terdakwa terhitung sejak tanggal 17 Februari 2016 sampai dengan 20 Maret 2018 adalah sebesar Rp.82.879.072.991,-. Guna untuk meyakinkan saksi korban yang seolah olah kegiatan kerjasama pengembangan Group Hotel Batiqa di berbagai daerah itu ada, terdakwa memberikan keuntungan kepada saksi korban secara bertahap di Tahun 2016 hingga mencapai Rp.53.499.859.793,-, dimana uang tersebut sebenarnya merupakan uang milik saksi korban juga bukan merupakan hasil kegiatan kerjasama.

Bahwa pihak Hotel Batiqa idak pernah meminta atau menunjuk terdakwa untuk mencari penyandang dana atau investor terkait dengan pengadaan barang di Hotel Batiqa dan juga pihak Hotel Batiqa tidak pernah mengeluarkan sebuah memo tanggal 28 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Johannes Suriadjaja selaku Direktur Utama Hotel Batiqa yang berisi tentang kebutuhan penyediaan barang solahart di Hotel Batiqa di Labuan Bajo sebesar Rp.758.821.000,-.Tugas terdakwa selaku HRD di Hotel Batiqa (PT.Surya Internusa Hotels) hanya mengurusi training, perekrutan, klaim pengobatan dan lain lain tidak pernah mengurusi pekerjaan terkait pengadaan atau pembelian barang Hotel Batiqa. Bahwa atas perbuatan terdakwa tersebut, saksi korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 29.379.213.198,- dan uang tersebut telah dipergunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa sendiri. 

Perbuatan terdakwa tersebut, diancam pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 263 ayat (2) KUHP.

Dan

Keempat

Bahwa ia TerdakwaMuliawan als Muliawan Santoso,sejaktanggal 17 Februari 2016 sampai dengan tanggal 20 Maret 2018atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu di Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2018,bertempat di Taman Meruya G.9/4 Rt.15/07 Kel.Meruya Utara, Kec.Kembangan Jakarta Baratatau setidak-tidaknya disuatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Barat,menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil  tindak pidana, yang dilakukan dengan cara sebagai berikut : 

Berawal di sekitar bulan Januari 2016, bertempat di tempat tinggal saksi korban Ir. Antonius Bala (selanjutnya disebut saksi korban) yang berada di Taman Meruya G.9/4 Rt.15/07 Kel.Meruya Utara, Kec.Kembangan Jakarta Barat, Terdakwa yang merupakan keponakan dari saksi korban Ir. Antonius Bala mengajak kerjasama pengembangan Group Hotel Batiqa di berbagai daerah yaitu Cirebon, Bogor, Palembang, Cikarang, Karawang dan Labuan Bajo sebagai menjadi penyandang dana atau investor dan terdakwa menjanjikan keuntungan 10% selain itu yang membuat saksi korban percaya adalah terdakwa bekerja di Group Hotel Batiqa dan terdakwa pernah menunjukkan sebuah memo tanggal 28 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Johannes Suriadjaja selaku Direktur Utama Hotel Batiqa yang berisi tentang kebutuhan penyediaan barang solahart di Hotel Batiqa di Labuan Bajo sebesar Rp.758.821.000,-. Bahwa selain alasan alasan tersebut, terdakwa juga pernah mengajak kerjasama usaha loundry di daerah Geger Kalong, Bandung, Jawa Barat, dimana saksi korban diminta sebagai penyandang dana nya dengan dijanjikan keuntungan yang diberikan sehingga rangkaian alasan tersebut membuat saksi korban percaya dan memberikan uang kepada terdakwa secara bertahap sejak tanggal 17 Februari 2016 sampai dengan 20 Maret 2018.

     Bahwa saksi korban mengirim uang ke rekening Bank BCA milik terdakwa dengan No.rek 2481511676 melalui berbagai rekening atas nama saksi korban dan rekening atas nama saksi Surjawati Surjadi yang merupakan istri saksi korban. Adapun rekening rekening tersebut adalah sebagai berikut :

Bank BCA an Antonius Bala dengan No.Rek.2881177996.
Bank Danamon an Antonius Bala dengan No.Rek.0105986467
Bank Mandiri an Antonius Bala dengan No.Rek.1650012101961
Bank BCA an Surjawati Surjadi dengan No.Rek.2871381358
Bank Mandiri an Surjawati Surjadi dengan No.Rek.1650001016709

Bahwa total uang yang dikirim saksi korban kepada terdakwa terhitung sejak tanggal 17 Februari 2016 sampai dengan 20 Maret 2018 adalah sebesar Rp.82.879.072.991,-. Guna untuk meyakinkan saksi korban yang seolah olah kegiatan kerjasama pengembangan Group Hotel Batiqa di berbagai daerah itu ada, terdakwa memberikan keuntungan kepada saksi korban secara bertahap di Tahun 2016 hingga mencapai Rp.53.499.859.793,-, dimana uang tersebut sebenarnya merupakan uang milik saksi korban juga bukan merupakan hasil kegiatan kerjasama.

Bahwa pihak Hotel Batiqa idak pernah meminta atau menunjuk terdakwa untuk mencari penyandang dana atau investor terkait dengan pengadaan barang di Hotel Batiqa dan juga pihak Hotel Batiqa tidak pernah mengeluarkan sebuah memo tanggal 28 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Johannes Suriadjaja selaku Direktur Utama Hotel Batiqa yang berisi tentang kebutuhan penyediaan barang solahart di Hotel Batiqa di Labuan Bajo sebesar Rp.758.821.000,-.Tugas terdakwa selaku HRD di Hotel Batiqa (PT.Surya Internusa Hotels) hanya mengurusi training, perekrutan, klaim pengobatan dan lain lain tidak pernah mengurusi pekerjaan terkait pengadaan atau pembelian barang Hotel Batiqa. Bahwa atas perbuatan terdakwa tersebut, saksi korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 29.379.213.198,- dan uang tersebut telah dipergunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa sendiri.         

Perbuatan terdakwa tersebut, diancam pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 3 UURI No.8 Tahun 2010 ttg Pemberantasan Dan Pencegahan TPPU.

Pihak Dipublikasikan Ya